Kamis, 08 Oktober 2015

Ringkasan Buku "Etika Bisnis Bagi Pelaku Bisnis" (Bab 6 - 10)

BAB 6
ETIKA BISNIS DALAM MSDM

            Menurut pendapat George R.Terry “Managemen adalah pencapaian dengan menggunakan bantuan orang lain” .  Pengertian ini menyatakan SDM sebagai bantuan orang lain.

A.      Pengertian sumber daya manusia

Sumber Daya Manusia terbagi 3 yaitu :
1.      manusia yang bekerja di lingkungan organisasi
2.      Penggerak perusahaan untuk mewujudkan eksistensi
3.      Asset

B.      Implementasi MSDM

Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis bertanggung jawab atas kesejahteraan pekerjanya. Oleh karena itu, setiap perusahaan memiliki fomula dalam bentuk perundangan yang mengatur pelaksanaan MSDM.

Fase ini menunjukan adanya 4 tahap sebagai berikut :

1.      Pemeliharaan berkas
Arsip data karyawan yang digunakan untuk menganalisa kelebihan dan kekurangan dalam bekerja.

2.      Peningkatan tanggung jawab pemerintah
Untuk meningkatkan harkat dan martabat paa pekerja yang pelaksanaannya selalu dikontrol pemerintah.

3.      Tanggung jawab organisasi
Memperkerjakan SDM berkualitas

4.      Strategi kemitraan
Strategi persaingan dengan bekerja sama dengan perusahaan lain untuk mengembangkan bisnis.

Dalam strategi SDM terdapat pula 5 komponen yang perlu diterapkan yaitu :

1.      Filsafat SDM
Pernyataan umum tentang cara memberdayagunakan SDM agar bekerja sesuai dengan peranannya.

2.      Kebijakan SDM
Pedoman untuk mengatur SDM didalam suatu perusahaan

3.      Program – program SDM
Digunakan untuk mengembangkan SDM sehingga dapat berdampak pada pekerjaan yang dilakukan
4.      Pelaksanaan MSDM
Meningkatkan kemampuan operasional tenaga kerja sebagai upaya untuk mencapai sasaran perusahaan

5.      Proses SDM
Formulasi tentang kegiatan SDM, formula ini terbagi menjadi 5 yaitu :
1.      Pelayanan
2.      Kontrol
3.      Pengembangan
4.      Akomodasi
5.      Saran

Tujuan dari Managemen SDM ialah :

1.      Produktivitas
2.      Kepuasan bekerja
3.      Kualitas SDM
4.      Keuntungan dan manfaat lainnya

C.      Masalah hukum dan etika dalam managemen SDM

Di Indonesia program keselamatan dan kesehatan kerja dibagi seperti berikut :
1.      Program kesehatan fisik
Pemeriksaan kesehatan berkala

2.      Program kesehatan mental
Memberikan perhatian lebih untuk menghindari masalah yang mungkin terjadi.

D.     Pasar Global SDM
Pasar tenaga kerja mulai memasuki persaingan global , hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

1.      Peningkatan saluran telekomunikasi
2.      Muncul perusahaan raksasa yang independen
3.      Adanya pedagangan bebas
4.      Pasar uang berlaku 24jam
5.      Kontrol negara asing meningkat
6.      Munculnya standar dunia

E.      Masalah SDM Indonesia tehadap globalisasi
Adanya ketidakseinbangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Dengan lesunya dunia akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja, sehingga meningkatkan para pengangguran.

BAB 7
ETIKA BISNIS DALAM BIDANG MANAGEMEN KEUANGAN

A.      Definisi Managemen Keuangan
      Managemen keuangan adalah : Managemen yang mengaitkan pemerolehan dan pembiayaan dan managemen akiva secara menyeluruh.

Managemen keuangan dalam perkembangannya telah berubah :
1.      Dari segi studi lebih analisis dan teoritis
2.      Dari bidang yang meliputi penggunaan dana secara keseluruhan
3.      Dari bidang yang menekankan pada analisis pengambilan keputusan

B.      Peranan Managemen Keuangan dalam Perusahaan

1.      Bertanggung jawab terhadap 3 keputusan pokok keuangan :
·         Pemerolehan
·         Pembiayaan
·         Managemen aktiva yang efisien
2.      Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga kesejahteraan masyarakat menigkat.
3.      Menghadapi tantangan dalam mengelola aktiva.

C.      Fungsi – fungsi Managemen Keuangan

Adapun fungsi – fungsi dari managemen keuangan adalah :
1.      Fungsi penggunaan dana – keputusan investasi
2.      Fungsi mendapatkan dana – keputusan pembelanjaan

D.     Ruang Lingkup Managemen Keuangan
1.      Pembicaraan keputusan dalam bidang keuangan
2.      Pelaksanaa fungsi managemen keuangan


E.      Tujuan Managemen Keuangan
      Tujuan perusahaan ialah untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan kesejahteraan para pemegang saham dengan cara memaksimumkan harga pasar


F.      Peranan Akutansi dalam Corporate Governance


Prinsip dasar akutansi :
1.      Finansial Accounting Standards Board – menerbitkan Statement of financial Accounting Standard.
2.      Ikatan Akuntansi Indonesia
·         Informasi akuntansi keuangan sebagai produk dari proses governance
·         Penggunaan informasi akuntansi secara eksplisit dalam  Coorporate Governance
·         Penggunaan informasi akuntansi secara implicit dalam corporate governance



BAB 8
ETIKA BISNIS DALAM LINGKUP GLOBALISASI

A.     Konsep Bisnis dalam Globalisasi Ekonomi
            Dunia ekonomi sedang dalam proses menuju ekonomi global, yang menjadikan perdagangan bebas dimanapun dengan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, yang menjadikan pesaingan bebas lebih efektif dan efisien.

B.      Lingkungan Bisnis dalam Ekonomi Global
 Indikator dalam lingkungan bisnis secara global sebagai berikut :
1.      Menjamurnya sejumlah pesaing baru
2.      Tekanan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas
3.      Kesempatan – kesempatan baru
4.      Deregulasi / hilangnya regulasi yang pernah berlaku
5.      Keragaman Tenaga kerja
6.      Sosial , Politik , Hukum yang mendukung perdagangan bebas

C.      Dampak Globalisasi Terhadap Organisasi dan Manajemen Lokal
Beberapa cara yang dilakukan perusahaan untuk betahan di era globalisasi :
1.      Pengubahan struktur organisasi
2.      Pemberdayaan pegawai
3.      Organisasi yang lebih datar (strukturnya sedikit/simple)
4.      Kerja dalam bentuk team
5.      Gagasan diatas jabatan
6.      Komitmen yang tegas
7.      Pekerja berkualitas

D.     Norma , Moral dan Etika dalam Bisnis Global
            Inti etika yang pantas dikembangkan di Indonesia ialah pengendalian diri sesuai falsafah Pancasila yang kita miliki kita semua menyadari bahwa keuntungan adalah motivasi bisnis. Kepekaan terhadap lingkungan masyarakat, etika harus juga mengandung sikap peduli dan solidaritas, mengembangkan suasana yang sehat juga merupakan dari etika yang patut dipelajari seperti persaingan yang sehat dengan kompetitor , juga baiknya perusahaan besar membantu mengembangkan perusahaan kecil sehingga dapat sama – sama maju di era globalisasi ini.

E.      Dampak Pembangunan Sektor Ekonomi Terhadap Lingkungan Hidup
            Pembangunan merupakan upaya untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya guna meningkatkan kualitas kehidupan rakyat, jadi semakin tinggi pembangunan ekonomi untuk meningkatkan taraf hidup maka akan semakin sedikit pula sumber daya alam yang tersedia karena digunakan untuk pembangunan.




F.      Sistem Ekonomi Pancasila
            Sistem ekonomi pancasila adalah sebagai pedoman tolak ukur kehidupan ekonomi antar pelaku ekonomi yang didasari etika Pancasila. Etika Pancasila adalah landasan moraldan kemanusiaan yang dijiwai semangat nasionalisme.

G.      Trilogi Pembangunan
            Sejak terjadinya MALARI (Malapetaka Januari) , Trilogi pembangunan sudah behasil dijadikan teori yang mengoreksi teori pembangunan yang hanya mementingkan pertumbuhan.

H.     Peranan Negara dalam Program Ekonomi dan Sosial
            Penyelanggaraan program sosial yang agresif dan serius yang semuanya dibiayain negara dari pajak – pajak dalam APBN dan APBD akan merupakan jaminan dan wujud nyata system ekonomi Pancasila.

I.        Implikasi Globalisasi Bisnis
            Ideologi bisnis di Indonesia hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup 800juta dari 6,5 Milyar manusia, itupun ia sudah mengonsumsi 80% dari semua sumber daya bumi yang tersedia, jika diteruskan maka sumberdaya bumi akan habis dengan cepat.

J.        Kebijakan dalam Penentuan Harga
            Kuncinya pada perubahan cara penentuan harga, secara konvensional harga adalah biaya produksi dan distribusi ditambah marjin laba. Strategi baru ini persis kebalikannya. Konsekuensi teknis produksi dan pemasaran pasar pun perlu dibangun dan tak bisa hanya sekadar di penetrasi saja.


BAB 9
TATA KELOLA PERUSAHAAN, BIROKRASI, DAN KORPORASI

A.     Tata Kelola Perusahaan
            Sudah menjadi keharusan bagi setiap perusahaan untuk memiliki visi dan misi yang menjadi pedoman untuk melaksanakan setiap kegiatan yang ada, system yang baik juga menjadi tolak ukur utama yang perlu diperhatikan didalam sebuah perusahaan, tata kelola organisasi yang baik dapat berkembang apabila pinsip yang ada didalamnya dijalankan dan diperhatikan dengan baik.

B.     Prinsip Good Corporate Governance
            Prinsip yang disusun secara universal dan diikuti sebagai pedoman perusahaan di dunia termasuk Indonesia,

Prinsip tata kelola yang baik ini antara lain ialah :
1.      Akuntabilitas
Prinsip yang memuat kewenangan yang harus dimiliki oleh para pemegang saham , komisaris, dan para direksi.

2.      Pertanggungan jawab
Prinsip yang menuntut pertanggung jawaban atas pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerjanya.

3.      Keterbukaan
Prinsip yang mengharuskan informasi disampaikan secara tepat waktu dan akurat.

4.      Kewajaran
Seluruh orang yang memiliki kepentingan di perusahaan memiliki perlakuan yang adil dari perusahaan.

5.      Kemandirian
Prinsip ini menuntut para pengelola perusahaan agar dapat bertindak secaa mandiri.

C.      Bagaimana Melaksanakan Tata Kelola Perusahan Sesuai GCG

            Pada dasarnya perusahaan perlu memberlakukan system yang baik dan mantap didalam perusahaannya dan hal ini haruslah dimengerti oleh para pekerjanya supaya dapat dilaksanakan dengan baik, berikut ini diberikan beberapa acuan praktis yang mengikuti prinsip GCG diatas :

Accountability :
1.      Para pekerja mengetahui visi dan misi perusahaan
2.      Para pekerja memahami peran masing – masing di perusahaan
3.      Uraian tugas di setiap unit dibagi dengan jelas
4.      Pengambilan keputusan telah mematuhi prosedur yang ditetapkan
5.      Cek dan balance telah dilakukan secara menyeluruh di setiap unit
6.      System penilaian telah diterapkan dengan baik
7.      Pertanggung jawaban kinerja pimpinan
8.      Hasil pekerjaan di dokumentasikan

Responsibility :
1.      Para pekerja mengetahui dan mematuhi peraturan yang berlaku
2.      Para pekerja menerapkan system yang berlaku
3.      Proses pengambilan keputusan sesuai system yang berlaku
4.      Para pekerja mematuhi standar operasional
5.      Unit pekerja berupaya menghindari kerugian
6.      Proses pendelegasian dijalankan dengan cukup dan baik
7.      Para pekerja melakukan pertanggung jawaban hasil kerja secara teratur

            Transparansi :
1.      Seluruh pemegang kepentingan dapat melihat proses pengambilan keputusan di perusahaan.
2.      Pemegang saham berhak mendapatkan informasi keuangan
3.      Pengumpulan infomasi perusahaan dilakukan secara terbuka
4.      Pimpinan perusahaan melakukan keterbukaan dalam pengambilan keputusan
5.      Informasi tentang prosedur dan kebijakan perusahaan dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses oleh seluruh unit di perusahaan.
6.      Auditor memiliki akses atas informasi dengan syarat kerahasiaan tetap dijaga

Fairness :
1.      Pengelola memperhatikan seluruh kepentingan pemegang saham
2.      Perlakuan adil kepada seluruh pihak pemegang kepentingan
3.      Manajer pimpinan unit organisasi dan kayawan dapat membedakan kepentignan organisasi dan perusahaan
4.      Pengembangan team work secara adil dan wajar

Independency :
1.      Keputusan pimpinan tidak merugikan perusahaan
2.      Proses pengambilan keputusan dilakukan secara objektif untuk kepentingan perusahaan.


BAB 10
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN


A.     Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Masyarakat
            Dalam praktiknya CSR (Corporate Social Responsibility) oleh korporasi besar, khususnya di sekto industri ekstaktif saat ini sedang disorot tajam. Dalam sebuah artikel yang bejudul “ How Should Civil Society Respond to Corporate Social Responsibility”, Hamann dan Acutt membahas tentang motivasi yang mendasari kalangan bisnis menerima konsep CSR.

Ada 2 macam motivasi utama yaitu :
1.      Akomodasi – digunakan untuk memberikan citra sebagai korporasi yang tanggap terhadap kepentingan sosial.
2.      Legitimasi – motivasi yang betujuan untuk memengaruhi wacana.

B.     Tanggung Jawab Perusahaan Terhadap Pemanasan Global

CSR yang menunjuk pada transparansi dampoak sosial yang diakibatkan kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Transparansi informasi yang diungkapkan tidak hanya informasi keuangan perusahaan, tetapi perusahaan juga diminta untuk mengungkapkan infomasi mengenai dampak sosial dan lingkungan hidup yang diakibatkan aktivitas perusahaan. Hal ini akan dapat memacu adanya perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat yang memunculkan pandangan baru tentang pentingnya melaksanakan apa yang kita kenal saat ini sebagai Corporate Social Responsibility.

C.      Etika dalam Kepemimpinan Manajerial

            Kepemimpinan yang baik dalam bisnis adalah kepemimpinan yang beretika. Etika adalah ilmu normative penuntun manusia, yang memberi perintah bagi kita akan tindakan apa yang akan kita lakukan sehingga dapat mengarahkan kita menuju pribadi yang memiliki kapasitas yang lebih baik lagi.
            Dalam sebuah tim sangatlah diperlukan kepercayaan, kepercayaan yang dapat membiarkan orang lain mengejakan apa yang menjadi tugas nya. Kepemimpinan bersifat dua arah yakni kepemimpinan bukanlah tentang apa yang anda lakukan untuk orang lain melainkan apa yang anda lakukan bersama orang lain.
            Pemimpin yang baik juga harus mematuhi norma yang telah ditetapkan bersama, karena dengan adanya disiplin maka akan terbentuk kepercayaan yang menstimulasi rasa hormat oleh anggota lainnya hingga dapat menciptakan suasana yang lebih baik dan produktif.