BAB 6
ETIKA BISNIS DALAM MSDM
Menurut pendapat George R.Terry
“Managemen adalah pencapaian dengan menggunakan bantuan orang lain” . Pengertian ini menyatakan SDM sebagai bantuan
orang lain.
A.
Pengertian
sumber daya manusia
Sumber Daya Manusia terbagi 3 yaitu :
1.
manusia yang bekerja di lingkungan organisasi
2.
Penggerak perusahaan untuk mewujudkan eksistensi
3.
Asset
B.
Implementasi
MSDM
Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis bertanggung
jawab atas kesejahteraan pekerjanya. Oleh karena itu, setiap perusahaan
memiliki fomula dalam bentuk perundangan yang mengatur pelaksanaan MSDM.
Fase ini menunjukan adanya 4 tahap sebagai berikut :
1.
Pemeliharaan berkas
Arsip data karyawan yang digunakan untuk menganalisa
kelebihan dan kekurangan dalam bekerja.
2.
Peningkatan tanggung jawab pemerintah
Untuk meningkatkan harkat dan martabat paa pekerja
yang pelaksanaannya selalu dikontrol pemerintah.
3.
Tanggung jawab organisasi
Memperkerjakan SDM berkualitas
4.
Strategi kemitraan
Strategi persaingan dengan bekerja sama dengan
perusahaan lain untuk mengembangkan bisnis.
Dalam strategi SDM terdapat pula 5 komponen yang perlu
diterapkan yaitu :
1.
Filsafat SDM
Pernyataan umum tentang cara memberdayagunakan SDM
agar bekerja sesuai dengan peranannya.
2.
Kebijakan SDM
Pedoman untuk mengatur SDM didalam suatu perusahaan
3.
Program – program SDM
Digunakan untuk mengembangkan SDM sehingga dapat
berdampak pada pekerjaan yang dilakukan
4.
Pelaksanaan MSDM
Meningkatkan kemampuan operasional tenaga kerja
sebagai upaya untuk mencapai sasaran perusahaan
5.
Proses SDM
Formulasi tentang kegiatan SDM, formula ini terbagi
menjadi 5 yaitu :
1.
Pelayanan
2.
Kontrol
3.
Pengembangan
4.
Akomodasi
5.
Saran
Tujuan dari
Managemen SDM ialah :
1.
Produktivitas
2.
Kepuasan bekerja
3.
Kualitas SDM
4.
Keuntungan dan manfaat lainnya
C.
Masalah
hukum dan etika dalam managemen SDM
Di Indonesia program keselamatan dan kesehatan kerja
dibagi seperti berikut :
1.
Program kesehatan fisik
Pemeriksaan kesehatan berkala
2.
Program kesehatan mental
Memberikan perhatian lebih untuk menghindari masalah
yang mungkin terjadi.
D.
Pasar
Global SDM
Pasar tenaga kerja mulai memasuki persaingan global ,
hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1.
Peningkatan saluran telekomunikasi
2.
Muncul perusahaan raksasa yang independen
3.
Adanya pedagangan bebas
4.
Pasar uang berlaku 24jam
5.
Kontrol negara asing meningkat
6.
Munculnya standar dunia
E.
Masalah
SDM Indonesia tehadap globalisasi
Adanya
ketidakseinbangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja. Dengan
lesunya dunia akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan mengakibatkan rendahnya
kesempatan kerja, sehingga meningkatkan para pengangguran.
BAB 7
ETIKA BISNIS DALAM BIDANG MANAGEMEN
KEUANGAN
A.
Definisi
Managemen Keuangan
Managemen
keuangan adalah : Managemen yang mengaitkan pemerolehan dan pembiayaan dan
managemen akiva secara menyeluruh.
Managemen keuangan dalam perkembangannya telah berubah
:
1.
Dari segi studi lebih analisis dan teoritis
2.
Dari bidang yang meliputi penggunaan dana secara
keseluruhan
3.
Dari bidang yang menekankan pada analisis
pengambilan keputusan
B.
Peranan
Managemen Keuangan dalam Perusahaan
1.
Bertanggung jawab terhadap 3 keputusan pokok
keuangan :
·
Pemerolehan
·
Pembiayaan
·
Managemen aktiva yang efisien
2.
Meningkatkan pertumbuhan ekonomi sehingga
kesejahteraan masyarakat menigkat.
3.
Menghadapi tantangan dalam mengelola aktiva.
C.
Fungsi –
fungsi Managemen Keuangan
Adapun fungsi – fungsi dari managemen keuangan adalah
:
1.
Fungsi penggunaan dana – keputusan investasi
2.
Fungsi mendapatkan dana – keputusan pembelanjaan
D.
Ruang
Lingkup Managemen Keuangan
1.
Pembicaraan keputusan dalam bidang keuangan
2.
Pelaksanaa fungsi managemen keuangan
E.
Tujuan
Managemen Keuangan
Tujuan
perusahaan ialah untuk memaksimumkan nilai perusahaan dan kesejahteraan para
pemegang saham dengan cara memaksimumkan harga pasar
F.
Peranan
Akutansi dalam Corporate Governance
Prinsip dasar akutansi :
1.
Finansial Accounting Standards Board – menerbitkan
Statement of financial Accounting
Standard.
2.
Ikatan Akuntansi Indonesia
·
Informasi akuntansi keuangan sebagai produk dari
proses governance
·
Penggunaan informasi akuntansi secara eksplisit
dalam Coorporate Governance
·
Penggunaan informasi akuntansi secara implicit
dalam corporate governance
BAB 8
ETIKA BISNIS DALAM LINGKUP GLOBALISASI
A. Konsep Bisnis dalam Globalisasi Ekonomi
Dunia
ekonomi sedang dalam proses menuju ekonomi global, yang menjadikan perdagangan
bebas dimanapun dengan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak, yang
menjadikan pesaingan bebas lebih efektif dan efisien.
B.
Lingkungan
Bisnis dalam Ekonomi Global
Indikator dalam
lingkungan bisnis secara global sebagai berikut :
1.
Menjamurnya sejumlah pesaing baru
2.
Tekanan untuk meningkatkan kualitas dan
produktivitas
3.
Kesempatan – kesempatan baru
4.
Deregulasi / hilangnya regulasi yang pernah
berlaku
5.
Keragaman Tenaga kerja
6.
Sosial , Politik , Hukum yang mendukung
perdagangan bebas
C.
Dampak
Globalisasi Terhadap Organisasi dan Manajemen Lokal
Beberapa cara yang dilakukan perusahaan untuk betahan
di era globalisasi :
1.
Pengubahan struktur organisasi
2.
Pemberdayaan pegawai
3.
Organisasi yang lebih datar (strukturnya
sedikit/simple)
4.
Kerja dalam bentuk team
5.
Gagasan diatas jabatan
6.
Komitmen yang tegas
7.
Pekerja berkualitas
D.
Norma ,
Moral dan Etika dalam Bisnis Global
Inti
etika yang pantas dikembangkan di Indonesia ialah pengendalian diri sesuai
falsafah Pancasila yang kita miliki kita semua menyadari bahwa keuntungan
adalah motivasi bisnis. Kepekaan terhadap lingkungan masyarakat, etika harus
juga mengandung sikap peduli dan solidaritas, mengembangkan suasana yang sehat
juga merupakan dari etika yang patut dipelajari seperti persaingan yang sehat
dengan kompetitor , juga baiknya perusahaan besar membantu mengembangkan
perusahaan kecil sehingga dapat sama – sama maju di era globalisasi ini.
E.
Dampak
Pembangunan Sektor Ekonomi Terhadap Lingkungan Hidup
Pembangunan
merupakan upaya untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya guna meningkatkan
kualitas kehidupan rakyat, jadi semakin tinggi pembangunan ekonomi untuk
meningkatkan taraf hidup maka akan semakin sedikit pula sumber daya alam yang
tersedia karena digunakan untuk pembangunan.
F.
Sistem
Ekonomi Pancasila
Sistem
ekonomi pancasila adalah sebagai pedoman tolak ukur kehidupan ekonomi antar
pelaku ekonomi yang didasari etika Pancasila. Etika Pancasila adalah landasan
moraldan kemanusiaan yang dijiwai semangat nasionalisme.
G.
Trilogi
Pembangunan
Sejak
terjadinya MALARI (Malapetaka Januari) , Trilogi pembangunan sudah behasil
dijadikan teori yang mengoreksi teori pembangunan yang hanya mementingkan
pertumbuhan.
H.
Peranan
Negara dalam Program Ekonomi dan Sosial
Penyelanggaraan program sosial
yang agresif dan serius yang semuanya dibiayain negara dari pajak – pajak dalam
APBN dan APBD akan merupakan jaminan dan wujud nyata system ekonomi Pancasila.
I.
Implikasi
Globalisasi Bisnis
Ideologi
bisnis di Indonesia hanya mampu memenuhi kebutuhan hidup 800juta dari 6,5
Milyar manusia, itupun ia sudah mengonsumsi 80% dari semua sumber daya bumi
yang tersedia, jika diteruskan maka sumberdaya bumi akan habis dengan cepat.
J.
Kebijakan
dalam Penentuan Harga
Kuncinya pada perubahan cara
penentuan harga, secara konvensional harga adalah biaya produksi dan distribusi
ditambah marjin laba. Strategi baru ini persis kebalikannya. Konsekuensi teknis
produksi dan pemasaran pasar pun perlu dibangun dan tak bisa hanya sekadar di
penetrasi saja.
BAB
9
TATA
KELOLA PERUSAHAAN, BIROKRASI, DAN KORPORASI
A. Tata Kelola Perusahaan
Sudah menjadi keharusan
bagi setiap perusahaan untuk memiliki visi dan misi yang menjadi pedoman untuk
melaksanakan setiap kegiatan yang ada, system yang baik juga menjadi tolak ukur
utama yang perlu diperhatikan didalam sebuah perusahaan, tata kelola organisasi
yang baik dapat berkembang apabila pinsip yang ada didalamnya dijalankan dan
diperhatikan dengan baik.
B. Prinsip Good Corporate Governance
Prinsip yang disusun
secara universal dan diikuti sebagai pedoman perusahaan di dunia termasuk
Indonesia,
Prinsip tata kelola yang baik ini antara lain ialah :
1.
Akuntabilitas
Prinsip yang memuat kewenangan yang harus dimiliki oleh para pemegang
saham , komisaris, dan para direksi.
2.
Pertanggungan jawab
Prinsip yang menuntut pertanggung jawaban atas pekerjaan yang dilakukan
oleh para pekerjanya.
3.
Keterbukaan
Prinsip yang mengharuskan informasi disampaikan secara tepat waktu dan
akurat.
4.
Kewajaran
Seluruh orang yang memiliki kepentingan di perusahaan memiliki perlakuan
yang adil dari perusahaan.
5.
Kemandirian
Prinsip ini menuntut para pengelola perusahaan agar dapat bertindak secaa
mandiri.
C.
Bagaimana
Melaksanakan Tata Kelola Perusahan Sesuai GCG
Pada dasarnya perusahaan
perlu memberlakukan system yang baik dan mantap didalam perusahaannya dan hal
ini haruslah dimengerti oleh para pekerjanya supaya dapat dilaksanakan dengan
baik, berikut ini diberikan beberapa acuan praktis yang mengikuti prinsip GCG
diatas :
Accountability :
1.
Para pekerja mengetahui visi dan misi perusahaan
2.
Para pekerja memahami peran masing – masing di
perusahaan
3.
Uraian tugas di setiap unit dibagi dengan jelas
4.
Pengambilan keputusan telah mematuhi prosedur
yang ditetapkan
5.
Cek dan balance telah dilakukan secara
menyeluruh di setiap unit
6.
System penilaian telah diterapkan dengan baik
7.
Pertanggung jawaban kinerja pimpinan
8.
Hasil pekerjaan di dokumentasikan
Responsibility :
1.
Para pekerja mengetahui dan mematuhi peraturan
yang berlaku
2.
Para pekerja menerapkan system yang berlaku
3.
Proses pengambilan keputusan sesuai system yang
berlaku
4.
Para pekerja mematuhi standar operasional
5.
Unit pekerja berupaya menghindari kerugian
6.
Proses pendelegasian dijalankan dengan cukup dan
baik
7.
Para pekerja melakukan pertanggung jawaban hasil
kerja secara teratur
Transparansi
:
1.
Seluruh pemegang kepentingan dapat melihat
proses pengambilan keputusan di perusahaan.
2.
Pemegang saham berhak mendapatkan informasi
keuangan
3.
Pengumpulan infomasi perusahaan dilakukan secara
terbuka
4.
Pimpinan perusahaan melakukan keterbukaan dalam
pengambilan keputusan
5.
Informasi tentang prosedur dan kebijakan
perusahaan dipublikasikan secara terbuka dan dapat diakses oleh seluruh unit di
perusahaan.
6.
Auditor memiliki akses atas informasi dengan syarat
kerahasiaan tetap dijaga
Fairness :
1.
Pengelola memperhatikan seluruh kepentingan
pemegang saham
2.
Perlakuan adil kepada seluruh pihak pemegang
kepentingan
3.
Manajer pimpinan unit organisasi dan kayawan
dapat membedakan kepentignan organisasi dan perusahaan
4.
Pengembangan team work secara adil dan wajar
Independency :
1.
Keputusan pimpinan tidak merugikan perusahaan
2.
Proses pengambilan keputusan dilakukan secara
objektif untuk kepentingan perusahaan.
BAB
10
TANGGUNG
JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
A. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan
Masyarakat
Dalam
praktiknya CSR (Corporate Social
Responsibility) oleh korporasi besar, khususnya di sekto industri ekstaktif
saat ini sedang disorot tajam. Dalam sebuah artikel yang bejudul “ How Should Civil Society Respond to
Corporate Social Responsibility”, Hamann dan Acutt membahas tentang
motivasi yang mendasari kalangan bisnis menerima konsep CSR.
Ada 2 macam motivasi utama yaitu :
1.
Akomodasi – digunakan untuk memberikan citra
sebagai korporasi yang tanggap terhadap kepentingan sosial.
2.
Legitimasi – motivasi yang betujuan untuk
memengaruhi wacana.
B. Tanggung Jawab Perusahaan Terhadap
Pemanasan Global
CSR yang menunjuk pada transparansi dampoak sosial yang diakibatkan
kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan. Transparansi informasi
yang diungkapkan tidak hanya informasi keuangan perusahaan, tetapi perusahaan
juga diminta untuk mengungkapkan infomasi mengenai dampak sosial dan lingkungan
hidup yang diakibatkan aktivitas perusahaan. Hal ini akan dapat memacu adanya
perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat yang memunculkan pandangan baru
tentang pentingnya melaksanakan apa yang kita kenal saat ini sebagai Corporate Social Responsibility.
C. Etika dalam Kepemimpinan Manajerial
Kepemimpinan yang baik
dalam bisnis adalah kepemimpinan yang beretika. Etika adalah ilmu normative
penuntun manusia, yang memberi perintah bagi kita akan tindakan apa yang akan
kita lakukan sehingga dapat mengarahkan kita menuju pribadi yang memiliki
kapasitas yang lebih baik lagi.
Dalam sebuah tim
sangatlah diperlukan kepercayaan, kepercayaan yang dapat membiarkan orang lain
mengejakan apa yang menjadi tugas nya. Kepemimpinan bersifat dua arah yakni
kepemimpinan bukanlah tentang apa yang anda lakukan untuk orang lain melainkan
apa yang anda lakukan bersama orang lain.
Pemimpin yang baik juga harus
mematuhi norma yang telah ditetapkan bersama, karena dengan adanya disiplin
maka akan terbentuk kepercayaan yang menstimulasi rasa hormat oleh anggota
lainnya hingga dapat menciptakan suasana yang lebih baik dan produktif.